-->

“Administrasi Negara, Kajian Ilmu yang Universal ”


Mendengar istilah “administrasi”, bayangan pertama yang terlintas dalam pikiran kebanyakan orang ialah proses tata-usaha, surat-menyurat, dan tulis-menulis. Anggapan itu memang tidak keliru, karena pada tataran konseptual, administrasi memiliki pengertian khusus demikian adanya. Namun, pengertian umum yang perlu kita pahami bersama bahwa administrasi ialah kerja sama dua orang atau lebih yang bekerja sama secara rasional dalam pencapaian tujuan yang efisien dan efektif. 

Berdasarkan keilmuan, administrasi memiliki beberapa cabang ilmu dan salah satunya ialah administrasi negara. Pada dasarnya, administrasi negara mengajarkan kita beberapa hal terkait bagaimana menjadi pemimpin organisasi yang baik dan benar, mulai dari bagaimana mengayomi anggota-anggota dalam organisasi, membuat sebuah keputusan dengan benar, serta memecahkan permasalahan organisasi secara administratif (tertata & terpola).

Bagi seorang calon administrator, memahami hal-hal penting mengenai bidang administrasi mutlak perlu. Pemikiran awam menyatakan bahwa administrasi negara hanya berputar pada isu-isu pelayanan publik, kebijakan publik, manajemen publik, dan yang berbau-bau ke”publik”an. Pemikiran tersebut selayaknya perlu direvisi ulang. 

Kalau ada pepatah yang bilang “Dunia tak sesempit daun kelor”, begitu pun Administrasi Negara. Penulis membahasakannya “ADM tak sesempit yang kau kira”. Administrasi negara mengkaji seluruh komponen negara secara keseluruhan, mulai dari aspek pemerintah, perusahaan, serta masyarakatnya. Melalui teori administrasi negara lah, diharapkan administrator mampu menempatkan ketiga aspek tersebut dalam kurva keseimbangan dalam negara. Sekadar memperjelas, bahwa tujuan adanya administrasi negara ialah menciptakan sebuah tata pemerintahan yang baik (keseimbangan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat). 

Sebuah kajian universal ini juga tidak terlepas dari kajian ilmu sosial lainnya. Beberapa bidang sosial yang dikaji dalam Administrasi negara juga bersifat menyeluruh, mulai dari pemerintahan, perpolitikan, sosiologi, antropologi, manajemen, dan hukum. 

Ilmu Pemerintahan menjadi bahan kajian yang cukup mendapatkan peranan penting dalam menjabarkan konsep administrasi negara. Administrasi negara perlu mengkaji struktur, beserta tugas dan fungsi pemerintahan dalam mencapai tujuan negara secara baik dan benar. Selanjutnya, Ilmu Politik mengkaji dalam hal pembagian kekuasaan, dimana terdapat tiga lembaga kekuasaan dalam “trias politica” yang akan menunjang para administrator dalam pembuatan keputusan negara. Kemudian, Sosiologi mengkaji hal-hal mengenai kemasyarakatan mulai dari ciri –ciri masyarakat yang ideal dalam kelompok, sampai pada tingkat negara. Dalam kaitannya dengan administrasi negara, sosiologi mampu menjembatani proses pencapaian tujuan administrasi negara dalam mewujudkan pemerintahan yang baik. 

Antropologi berperan dalam mengukur dan menilai baik buruknya budaya kelompok-kelompok tertentu mulai dari kelompok masyarakat sampai pada kelompok birokrat dalam pemerintahan. Kemudian, Manajemen berkaitan dengan kepemimpinan yang berfungsi untuk memanaje dan mengatur negara dalam pencapaian tujuan administrasi negara. Selanjutnya, Hukum merupakan cabang ilmu yang ­­­­menjabarkan tentang aturan-aturan dan perudangan yang mendukung pencapaian tujuan negara. 

Seperti itulah gambaran singkatnya bahwa administrasi negara merupakan sebuah kajian yang universal, membahas negara secara menyeluruh. Sehingga, tak dapat dipungkiri bahwa administrasi negara memiliki bahan kajian yang tidak sedikit dan tidak mudah. Bagi penulis, keuniversalan dan kesukaran tersebut menjadi nilai plus ADM. Dan Rupanya, kalimat “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” juga tepat untuk ADM, bahwa dengan mempelajari administrasi negara, ilmu sosial lainnya pun ikut terjamahi. 

Terakhir, tujuan tulisan ini hanya ingin meyakinkan pembaca bahwa, ADM merupakan cabang ilmu yang “berkualitas”, dan selalu mengajarkan kita bagaimana memimpin sebuah organisasi, baik organisasi kecil bahkan organisasi besar (negara) dengan selalu berpikir universal dan bertindak administratif.



*Penulis,
Mahasiswi ADM ‘09