-->

Persepsi Awal Terhadap Administrasi Negara/Publik


Ketika pertama kali mendengarkan istilah Administrasi Negara maka yang pertama kali yang terfikirkan adalah kegiatan yang berkaitan dengan tulis menulis, catat mencatat dan hanya surat menyurat. Dalam banyak kasus, hal inipun terjadi ketika mahasiswa baru lulus masuk jurusan ilmu administrasi Negara, mereka akan beranggapan bahwa nantinya masa depan mereka hanyalah berhadapan dengan dunia kearsipan dan komputer. Hal ini merupakan pemikiran sempit terhadap tugas reorang administrator yang harus diluruskan lewat sosialissasi secara luas.

Dalam kenyataan terdapat variasi persepsi tentang administrasi publik. McCurdy (1986) dalam survey literaturnya mengemukakan bahwa administrasi publik dapat dilihat sebagai suatu proses politik, yaitu sebagai salah satu metode memerintah suatu negara dan dapat juga dianggap sebagai cara yang prinsip untuk melakukan berbagai fungsi negara. Dengan kata lain administrasi publik bukan hanya sekedar persoalan administratif tetapi juga persoalan politik.

Variasi makna administrasi publik dapat dilihat juga dari persepsi orang tentang kata “administrasi publik” itu sendiri. Ada yang mempersepsikan administrasi publik sebagai administrasi of publik, administrasi for publik, administrasi by publik.

Administrasi of publik menunjukkan bagaimana pemerintah berperan sebagai agen tunggal yang berkuasa yang selalu aktif dan berinisiatif untuk mengatur atau mengambil langkah dan prakarsa, yang menurut meraka penting bagi masyarakat. Masyarakat diperlakukan sebagai pihak yang pasif, kurang mampu, dan harus tunduk dan menerima apa saja yang dilakukan pemerintah.

Administrasi for publik dipersepsikan lebih maju dari yang diatas, yaitu pemerintah berperan dalam mengemban misi pemberian pelayanan terhadap publik (service provider). Disini pemerintah sudah lebih responsive atau lebih tanggap apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari cara pemberian pelayanan terbaik untuk publik. Meskipun kebutuhan publik merupakan sasaran utama kegiatan pemerintah, namun seringkali pemerintah tidak berupaya menolong publik dan besar kemungkinan memperdaya publik.

Administrasi by publik membawa suatu makna yang sangat perorientasi kepada pemberdayaan masyarakat, lebih megutamakan kemandirian dan kemampuan masyarakat. Dalam hal ini, kegiatan lebih mengarah kepada “empowerment” yaitu pemerintah berusaha menfasilitasi masyarakat agar mampu mengatur hidupnya tanpa harus bergantung terus-menerus kepada pemerintah.

Seorang pendapat ahli bernama Ohn M. Pfiffer dan Robert V mengatakan bahwa Administrasi Negara adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan – kebijaksanaan pemerintah, pengarahan kecakapan dan teknik – teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang. Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Administrasi Negara adalah segenap proses penyelenggaraan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah suatu Negara, untuk mengatur dan menjalankan kekuasaan Negara, guna menyelenggarakan kepentingan umum. 

Dari berbagai variasi persepsi terhadap istilah admnistrasi publik tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas seorang administrasi negara bukan surat menyurat, catat mencatat maupun ketik mengetik, namun sebagai penyelenggara kegiatan kegiatan negara untuk kepentingan publik.