-->

Resume Kajian Buku Filsafat Ilmu Drs. A. Susanto, M.Pd Bab 2

Filsafat Ilmu - Drs. A. Susanto, M.Pd
Bab 2

A. Hakekat Ilmu & Pengetahuan
Filsafat ialah pengetahuan tentangkebijaksanaan sebagaimana dalam bahasa Yunani ialah Sophia, yang merupakan prinsip-prinsip dalam mencari suatu kebenaran dengan berpikir rasional, logis, mendalam, dan tuntas dalam memperoleh suatu kebenaran.

Ilmu ialah segala sesuatu yang lahir dari hasil penelitian dan pengamatan nyata yang tersusun secara sistematis dan memiliki serta memenuhi syarat tertentu. Pengetahuan ialah segala sesuatu yang kita ketahui yang bersfat tidak terbatas.

Syarat Ilmu ialah sebagai berikut:
  • Sistematis, Ada urutan dari awal hingga akhir yang tersusun secara runtut
  • General, Bersifat umum dan dimana saja selama masih di lintas ruang dan waktu
  • Rasional, Bersumber pada pemikiran rasional yang sesuai dengan kaidah logika
  • Objektif, bersifat apa adanya dan sesuai dengan fakta atau kenyataan
  • Menggunakan metode tertentu
  • Dapat dipertanggungjawabkan

B. Pengertian Filsafat Ilmu
Dari beberapa pengertian filsafat ilmu menurut paraahli, dapat disimpulkan bahwa Filsafat Ilmu ialah bagian dari filsafat yang membahas tentang logika atau segenap pemikiran terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut ilmu dan hubungannya dengan kehidupan manusia dan juga merupakan penyelidikan tentang ciri-ciri ilmiah dan cara memperoleh pengetahuan.

C. Objek Filsafat Ilmu
Ada 3 komponen dalam objek filsafat ilmu, ialah :
  • Ontologi, Hal yang mempertanyakan pertanyaan “Apa” (berhubungan dengan hakikat, makna, atau pengertian akan suatu hal)
  • Epistemlogi, Hal yang mempertanyakan pertanyaan “Bagaimana” (berhubungan dengan dasar-dasar atau batas akan suatu hal)
  • Aksiologi, Hal yang mempertanyakan pertanyaan “Untuk Apa” (berhubungan dengan nilai yang terkandung akan suatu hal atau manfaatnya)

D. Pendekatan dalam Filsafat Ilmu
Menurut Parson, ada 5 pendekatan dalam filsafat ilmu, yakni:
  • Pendekatan Received View yaitu positivme terhadap fakta-fakta yang ada
  • Pendekatan Rasionality yaitu berfikir empiris dan structural
  • Pendekatan Fenomenologik yaitu upaya pengimplikasian, penafsiran, dan klarifikasi
  • Pendekatan Metafisik yaitu moral yang objektif dan universal
  • Pendekatan Pragmatisme yaitu penyatuan antara teori dan praktiknya
Dalam hal ini cara mengetahui pengetahuan ilmiah, yaitu dengan metode ilmiah, berfikir secara rasional, dan bertumpu pada data yang empiris (pengalaman).
Adapun pendekatan umum dalam filsafat ilmu ialah sebagai berikut:
  • Pendekatan Deduktif yaitu penyimpulan dari yang umum ke khusus
  • Pendekatan Induktif yaitu penyimpulan dari yang khusus ke umum
Dalam hal ini cara mengetahui ilmu ialah dengan menetapkan rumusan masalah, lalu diidentifikasi kemudian ditujang konsep dengan teori atas temuan yang relatif.

E. Fungsi dan Arah Filsafat
Fungsi dari Filsafat Ilmu ialah:
  • Untuk membantu mendalami pertanyaan-pertanyaan mengenai ilmu
  • Sebagai kritik ideology
  • Sebagai dasar metodis dan wawasan lebih mendalam, kritis mempelajari studi ilmu khusus
  • Member landasan filosofis untuk memahami berbagai konsep dan teori suatu disiplin ilmu
  • Memberi kemampuan membangun teori ilmiah
  • Sebagai dasar yang paling luas dalam lingkungan akademis
  • Memberikan wawasan lebih uas dan kemampuan analitis, kritis untuk bergulat masalah intelektual, spiritual, dan ideology
Arah Filsafat Ilmu ialah:
  • Pada pembekalan pemahaman terhadap wawasan
  • Memanusiakan diri, mendidik, membangun diri sendiri,
  • Mempertahankan sikap yang objektif, mendasarkan pendapat atas pengetahuan yang objektif tidak berdasarkan pada simpati dan antipati Berfikir secara holistis (menyeluruh) dalam pemecahan masalah dan tidak mementingkan egoisme
  • Dapat bberfikir kritis, mandiri, dan tidak tergantung pada orang lain

F. Ruang Lingkup Filsafat Ilmu
Ruang lingkup filsafat ilmu ada 2 yaitu:
  • Membahas sifat-sifat pengetahuan ilmiah (epistemology)
  • Menelaah cara-cara mengusahakan pengetahuan ilmiah (metodologi)
Sehingga dari ruang lingkup tersebut dapat dibedakan lagi menjadi 2, yaitu:
  • Filsafat Ilmu Umum yaitu hubungan diantara segenap ilmu dan tentang hubungan diantara ilmu dan kenyataan, kesatuan, dsb
  • Filsafat Ilmu Khusus yaiu kategori atau metode dalam suatu ilmu tertentu, contohnya seperti: ilmu alam, ilmu teknik, ilmu social, dsb

G. Perkembangan Filsafat Ilmu
Perkembangan filsafat ilmu itu sendiri disini dibagi atas beberapa periode atau zaman, yaitu sebagai berikut:
  • Zaman Prasejarah
  • Zaman Sejarah
  • Zaman Logam
  • Zaman Yunani dan Romawi
  • Filsafat Ilmu di India dan Cina
  • Filsafat Ilmu pada masa Islam
  • Filsafat Ilmu pada Abad Kegelapan
  • Filsafat Ilmu pada Abad ke 16 dan 17
  • Filsafat Ilmu pada Abadke 18 dan 19
  • Filsafat Ilmu pada Abad ke 20