-->

BIROKRAT MILLENIAL: Menuntut Hak Tak Berbarengan Dengan Kewajiban

Oleh : Febiana Angraini Putri

Organisasi pemerintah adalah hal yang sangat krusial. Didalam organisasi terdapat beberapa unsur-unsur penunjang namun ada satu unsur organisasi yang paling penting yaitu manusia atau. Man. Manusia sebagai penggerak sekaligus sebagai penghambat keberlangsungan organisasi. Anggota organisasi yang telah terkelola dan terorganisir dengan baik dapat menimbulkan pergerakan dalam organisasi tersebut serta membuat proses organisasi tsb saya semakin membaik .

Begitu pula apabila anggota tidak terkelola dan tidak terorganisir dengan baik makan akan menghambat organisasi dan dapat menyebabkan kualitas proses pekerjaan nya menurun bahkan dapat menyebabkan vakumnya organisasi tsb. Lalu bagaimana yang terjadi pada masyarakat saat ini? Apakah anggota dalam organisasi organisasi pemerintahan telah ter koordiinir dengan baik? Atau belum? Pada kenyataannya yang sering kita jumpai adalah anggota organisasi pemerintahan yang tidak ter koordinir dengan baik, contohnya pada pelayan meja masih banyak kita jumpai para pelayan menyambut kita dengan wajah kusut, sering melamun dan kurang memperhatikan masyarakat sebagai pelanggan.

Contoh lain adalah seperti pendataan pelanggan, pekerjaan ini yang seharusnya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat tapi terkadang malah lambat dan kurang tepat serta masih terdapat pegawai yang malas malasan dan bekerja dengan asal asalan. Inilah contoh bahwa dalam organisasi pemerintahan di Indonesia sekarang anggota organisasi pemerintahan belum terorganisir dengan baik.

Pemandangan Birokrat jaman sekarang, atau bahasa gaulnya adalah Birokrat jaman now / Birokrat Millenial terlihat sangat jelas. Gambaran disalah satu kantor Catatan sipil pemberi layanan KTP tepatnya di Kecamatan Margomulyo, Ngawi. Hari itu, antrian masyarakat cukup panjang, berdesak desak an serta keadaan ruangan yang kurang memadai untuk menampung masyarakat sebanyak itu. Omelan demi omelan masyarakat mulai terucap ketika salah satu dari petugas pelayanan depan loket tidak hadir setelah waktu istirahat yang menyebabkan antrian macet dan semakin padat. Alhasil proses pendaftaran di loket pun terhambat.

Pekerjaan yang seharusnya jika dilakukan oleh 5 orang akan lebih efektif dan efisien, menjadi lambat dan asal asalan karena kurang nya pegawai. Jika kita menengok lebih dalam terdapat pegawai yang sedang tertawa, dan dengan santainya ungkang ungkang kaki sangat berbanding terbalik dengan pegawai loket yang sedang lelah letih karena melayani masyarakat yang sangat banyak.

Para birokrat tersebut terkurung dalam kebutuhan bagaimana ia bisa menyelesaikan tugas dengan cepat tanpa memikirkan kualitas pelayanan, hal ini merupakan cerminan dari Birokrat Millenial. Sesuai dengan teori motivasi menurut Douglas McGregor yaitu teori X dan Y. Dibawah ini orang-orang manusia x yang pada hakekatnya adalah:
  • Tidak menyukai bekerja
  • Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
  • Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
  • Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
  • Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk menyadari kelemahan dari teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y yang berisi tentang :
  1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan Kepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jika keadaan sama-sama menyenangkan.
  2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi. 
  3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
  4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
  5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jika dimotivasi secara tepat.
Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.

Berangkat dari teori motivasi kerja yang dikemukakan oleh McGregor yang saling berkaitan dengan dasar para birokrat melayani masyarakat dengan kurang efektif dan efisien. Adanya hasrat tidak senang menjadi landasan utama hal ini dapat terjadi. Seperti halnya rasa senang dan nyaman menjadikan birokrat kaku dan tidak ingin menjalankan sesuatu diluar dari tugas formalnya yang tercantum dalam Struktural. Tentu saja hal ini bersebrangan dengan budaya kerja yang tercermin dari para pekerja yang ada di jepang dan Jakarta yang dapat dikatakan memiliki tingkat stress yang sangat tinggi karena adanya budaya gila kerja (workholic). Motivasi ini sangat diperlukan dan menjadi tugas tersendiri bagi para pemimpin untuk menumbuhkannya agar karyawan nya lebih terkoordinir.

Permasalahan birokrat millenial ini haruslah dikurangi bahkan dihilangkan. Oleh karena itu penulis beranggapan bahwa seharusnya pemimpin menumbuhkan motivasi pada karyawan nya agar karyawan nya bekerja setulus hati dan dengan niat yang baik karena segala sesuatu itu tergantung dari bagaimana niat sang karyawan dalam bekerja. Selain itu kesadaran diri dari masing masing pihak diperlukan,baik dari pihak organisasi pemerintahan maupun masyarakat. Dari sisi organisasi pemerintahan diperlukan kesadaran diri yang tinggi dalam melayani masyarakat seperti tidak mengabaikan ketika bertanya, tidak memasang muka masam. Pelayanan yang diberikan harus semaksimal mungkin. Dari pihak masyarakat sendiri juga harus memiliki kesadaran diri, apabila dari pihak organisasi pemerintahan telah melakukan segalanya secara maksimal masyarakat diharapkan bisa menerima hasil yang telah ada, dan dalam mengurus sesuatu yang berhubungan dengan birokrat diharapkan megurus sesuai dengan prosedur yang ada.