-->

Implementasi Kebijakan Publik

Oleh: Khaeruddin Ahmad

Setelah membaca beberapa bab dari buku “implementasi kebijakan publik” tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa implementasi adalah hal tersulit dibandingkan dengan menganalisis, merusmuskan, atau mengevalusi kebijakan dalam menjalankan sebuah pemerintahan, implementasi hanya menjadi wadah korupsi bagi sebagian besar oknum-oknum birokrat, menurut Presman dan Wildavsky kebijakan yang gagal lebih banyak dibanding yang berhasil, menurut penelitiannya di tahun 1970-an.

Mereka melakukan studi untuk memahami mengapa berbagai program yang dirancang oleh pemerintah pusat cenderung gagal ketika di implementasikan oleh pemerintah daerah, pemerintah telah merancang kebijakan sebaik-baiknya namun ketika di implementasikan ternyata pencapaiannya jauh dari yang diharapkan, menurut saya pemerintah pusat menanamkan ekspektasi yang tinggi terhadap pemerintah daerah tanpa memahamai batas kemampuan dari pemerintah daerah tersebut. 

Yang saya resahkan dari indonesia berdasarkan realitas sekarang ini, indonesia tergolong sebagai negara yang rakus atau kurang terfokus ke satu jalan menuju negara yang maju, indonesia selalu ingin maju dalam segala aspek disamping kemampuannya yang terbatas, misalnya indonesia selalu ingin meniru singapore yang maju dari segi infrastruktur padahal singapore memang merupakan negara yang kecil, mengapa singapore maju karna ia memanfaatkan potensi yang ia miliki, sedangkan indonesia seolah merasa tersaingi dengan hal tersebut, indonesia sharusnya fokus untuk memanfaatkan sumebr daya alamnya yang melimpah, bukan hanya menjualnya kenegara lain.

Jika ada pertanyaan mengenai mengapa indonesia sampai sekarang belum maju, saya memandang salah satu kekurangan indonesia yang cukup saya resahkan dan hal ini berdasarkan realitas sekarang. Indonesia tidak takut terhadap apapun, memang berani itu adalah sikap yang positif tetapi sekali lagi,setiap sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, menurut salah satu petinggi politik yang saya dengar di salah satu acara televisi yang berjudul indonesia lawyers club, ia mengambil contoh negara maju misalnya singapore, korea selatan, israel dan taiwan.

Mengapa negara tersebut maju karna ada hal mereka takuti, singapore takut karna warganya mayoritas tionghoa ditengah-tengah perairan melayu, israel takut karna berada di tengah kerajaan arab, korea selatan takut dengan korea utara yang merupakan negara Diktator, jika negara-negara tersebut tidak kuat atau maju, mungkin dia sudah di rebut kemerdekaannya oleh negara yang ia takuti, artinya negara tersebut berhati-hati dalam setiap tindakannya. Sedangkan indonesia tidak menakuti apapun, misalnya seorang koruptor yang brani besumpah di atas kitab suci dan jelas-jelas ia beerbohong, artinya ia tidak takut terhadap tuhannya sendiri dalam istilah makassar disebut (rewa salah/borro salah), sedangkan bangsa yang maju adalah bangsa yang menakuti suatu hal, dalam artian berhati-hati dalam bertindak akhirnya sekarang indosia sudah banyak utang dari negara lain yang mungkin dapat memicu perang, seandainya indonesia tidak handal dalam membangun hubungan sosial terhadap negara lain mungkin indonesia sudah habis dijajah kembali oleh negara yang ia pinjami.