-->

Jokowi : Pemimpin kalem yang otoriter

Oleh: Muh. Arham Fajar Perdana

Banyak orang yang mendengar kata “Otoriter” sering sekali mengangap bahwa otoriter itu adalah hal yang kejam, jahat, keras dan lain-lain. Tetapi kenyataannya tanpa kita sadari sangat banyak praktik-praktir kepala daerah yang menggunakan sistem otoriter tanpa di sadari oleh masyarakatnya sendiri. Otoriter sendiri yang di pahami oleh masyarakat umum adalah suatu sebutan untuk seorang pemimpin yang selalu memaksakan kehendaknya kepada para anggotanya, tanpa memikirkan para anggotanya. Pemimpin yang menggunakan sistem otoriter sering tidak disukai oleh para anggotanya, karena para anggotanya sendiri menganggap bahwa pemimpinnya itu terlalu memaksa kemauannya meskipun yang di lakukan oleh pemimpinnya itu sebenarnya untuk kepentingan bersama.

Jokowi seorang public figur sekaligus Presiden Indonesia yang ke-7 yang memiliki kharisma yang tenang, kalem, dan bersahaja. Bapak mantan wali kota Solo sekaligus mantan gubernur DKI Jakarta, yang naik daun karena tipilkannya yang suka blusukan ke masyarakat dan melihat permasalahan masyarakat secara dekat. Di balik sifatnya yang ramah dan sederhana itu dia sangat tegas dan berani dalam mengambil sebuah kebijakan untuk di indonesia. Akhir-akhir ini citra jokowi sendiri yang merosot akibat kebijakan-kebijakannya yang sedikit “otoriter” dari awal dia menjabat sudah cukup banyak kebijakan-kebijakan yang menggerkan indonesia, misalnya kebijakan menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada tahun 2014 yang mengakibatkan sangat banyak aksi demonstrasi oleh berbagai elemen masyrakat hampir di seluruh indonesia, tetapi di balik kebijakan menaikan harga BBM sendiri presiden jokowi tidak asal menaikan harga BBM tetapi ada maksud pak jokowi untuk menghidari inflasi di Indonesia. Meskipun telah di demo hampir di seluruh indonesia, pak jokowi tetap dengan pendirinya, meskipun sangat banyak kalangan yang menolak kebijakan pak jokowi untuk menaikan BBM dengan berbagai alasan. Disinilah titik kita bisa melihat keotoriteran sosok seorang jokowi, di balik sifat kalem dan tenangnya itu tersembunyi sifat tegasnya pak jokowi sendiri.

Dalam teorinya sendiri sosok seorang pemimpin yang otoriter akan bertindak direktif, selalu memberikan pengarahan, dan tidak memberikan kesempatan untuk menimbulkan partisipasi. Kepemimpinan seperti ini cenderung memberikan individual ketika memberikan pujian dan kritik, tetapi berusaha untuk bersikap impersonal dan berkawan dibandingkan dengan bermusuhan secara terbuka. Kita kadang kalanya akan menemukan sifat otoriter ini sendiri di sosok bapak presiden indonesia yang ke-7 ini, dan sosok jokowi kadang kala melaksanakan otoriter dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan di indonesia.

Dan menurut saya seorang pemimpin kadang kala memang harus menggunkan sistem otoriter demi kebaikan suatu kelompok yang dia pimpin, karena tidak selalu pemimpin harus menggunakan hanya satu gaya kepemimpinan, pemimpin juga di tuntukan untuk pandai memaikan perannya sebagai pemimpin di sebuah kelompok, karena dia adalah ujung tombak keberhasilan dari suatu keberhasilan suatu kelompok itu sendiri. Dan pemimpin juga harus selalu menjelaskan secara detail kenapa dia melakukan ini, tujuannya untuk memberikan penjelasan di balik kebijakan itu agar membuat para anggotannya tidak ragu untuk mendukung kebijakan pemimpinnya tersebut, karena tidak semua orang memiliki pemahaman yang sama. “Karena tidak selamannya hal yang kita lihat buruk akan menjadi buruk, dan tidak selamannya yang kita lihat baik akan menjadi baik.”