-->

Resensi Buku Implementasi Kebijakan Publik

Oleh: Matsel Prianugrah
A. IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Implementasi Kebijakan Publik – Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia
Penulis : Erwan Agus Purwanto, Ph.D – Dyah Ratih Sulistyastuti, M.Si
Penerbit : Gava Media
Tempat :Yogyakarta
Cetakan : Cetakan Ke-1
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : 194

B. RINGKASAN
Edisi Pertama dari buku Erwan Agus Purwanto,Ph.D dan Dyah Ratih Sulistyastuti, M.Si mengenai Implementasi Kebijakan Publik – Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia ini terdiri atas 6 bab. Buku ini merupakan satu diantara buku lain yang membahas mengenai implementasi kebijakan dan edisi buku yang digunakan dalam perkuliahan studi implementasi kebijakan publik. Implementasi adalah tindakan atau pelaksanaan yang telah direncanakan dengan matang dan terperinci; melibatkan banyak aktor dengan kepentingannya masing-masing.

Dari keenam bab yang ada dalam buku Erwan dan Dyah yang akan diringkas yaitu 4 Bab. Keempat bab dalam buku Erwan dan Dyah yang dibahas adalah sebagai berikut:
BAB 1 : Pengantar : Perlunya Revitalisasi Studi Implementasi
BAB II : Perkembangan Studi Implementasi
BAB III : Proses Implementasi Kebijakan
BAB IV : Menilai Kinerja Implementasi Kebijakan

Adapun uraian singkat dari masing – masing bab, akan disajikan sebagai berikut
BAB I : Revitalisasi adalah menghidupkan kembali apa yang penting pada saat dulu yang kemudian ingin diterapkan kembali pada masa sekarang. Pada BAB ini kita ingin diingatkan kembali tentang lebih banyak kebijakan yang gagal dibanding kebijakan yang berhasil. Pada BAB ini memberi contoh beberapa program yang gagal misalnya ; program anti kemiskinan yang dirancang di masa pemerintahan Soeharto, kegagalan program JPS dan faktor pengaruh Program P2KP



Bab ke II : Perkembangan Studi Implementasi dalam bab ini Erwan dan Dyah perkembangan studi implementasi dari tahun ketahun. Perkembangan Studi implementasi yang terjadi saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa kondisi :
1. Sebagai bagian dari studi ilmu administrasi publik studi implementasi kebijakan tentu tidak dpat dipisahkan dari perkembangan paradigma dalam ilmu administrasi publik.
2. Kemunculan era demokrasi dan konsep Governance yang memberikan ruang partisipasi masyarakat.
3. Kemajuan teknologi, kemajuan teknologi terutama teknologi informasi, memberikan dampak yang cukup besar terhadap dinamika studi implementasi.
Karakteristik dan pencapaian masing masing generasi diuraikan olehh Goggin et al, 1990 P.deLeon dan L.deleon, 2002) sebagai berikut :

Generasi I (1970-1975) : Generasi yang menggunakan Case Study
Pendekatan studi implementasi yang digunakan pada Generai I masih terbatas pada studi kasus. Yaitu melakukan investigasi terhadap implementasi suatu kebijakan secara mendalam yang dilaksanakan pada suatu lokasi tertentu. Tujuan studi biasanya diarahkan untuk mengetahui mengapa implementasi tersebut gagal dilaksanakan.

Generasi II (1975-1980) : Building Model
Peneliti generasi II lebih kompleks dan telah menggunakan metode yang lebih ketat dengan memenuhi berbagai kaidah yang disyaratkan bagi suatu peneliti ilmiah. Oleh karena itu, para peneliti Generasi II ini biasanya juga telah menggunakan hipotesis tentang model implementasi yang ideal dan membuktikan model yang mereka rancang tersebut dengan data empiris yang mereka kumpulkan dilapangan. Dengan cara kerja yang demikian, maka para peneliti Generasi II cenderung menggunakan metode penelitian yang bersifat positivistik dengan dukungan data-data kuatitatif secara umum para peneliti Generasi II terbagi menjadi dua kelompok yaitu :

Top-down (menggunakan logika berfikir dari atas kemudian melakukan pemetaan kebawah untuk melihat keberhasilan atau kegagalan implementasi suatu kebijakan.

Bottom down pendekatan ini dipelopori oleh Elmore (1978-1979), Lipsky (1971) dan lain-lain. Para pengikut pendekatan ini menekankan pentingnya memperhatikan dua aspek penting dalam implementasi suatu kebijakan, yaitu birokrat pada level bawah dan kelompok sasaran kebijakan.

Generasi III (1980): more scientific approach?
Para ilmuan generasi tiga ini sepakat melanjutkan dukungan terhadap pendekatan bottom up yang telah dirintis oleh para peneliti generasi II namun disamping itu mereka juga berusaha mengembangkan studi implementasi kearah yang lebih scientific.

Bab III : Proses Implementasi Kebijakan. Dalam bab ini Erwan dan Dyah membahas mengenai proses implementasi seperti faktor – faktor, masalah dalam proses implementasi, dan lain – lainnya. Kebijakan publik, dilihat dari perspektif instrumental adalah alat untuk mencapai suatu tujuan yang berkaitan dengan upaya pemerintah mewujudkan nilai - nilai kepublikan (public values).

Keterlibatan Publik , Implementasi terjadi dalam suatu wilayah yang didalamnya terdapat berbagai faktor seperti: kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan politik yang memiliki kontribusi penting dalam kegiatan implementasi. Diantara faktor tersebut, faktor politiklah yang memiliki pengaruh yang dominan, meskipun pada awalnya variabel politik dianggap kurang penting dalam proses Implementasi. Anggapan yang demikian memang tidak dapat dilepaskan dari pengaruh paradigma dikhotonomi politik administrasi yang dicetuskan Wilson (1887).

Interaksi dalam proses implementasi dengan lingkungannya menghasilkan empat kategori atau tipologi implementasi, yaitu:cooperation (kerja sama), conformity (dukungan), counter action (tidakan tandingan), dan detachment (pemutusan hubungan). Empat tipologi implementasi tersebut merupakan pertemuan dua variabel pokok yaitu: Pertama Persetujuan para stakeholder terhadap isi kebijakan dan kedua Sumber daya yang dimiliki para stakeholder tersebut.

Seiring dengan munculnya gelombang demokratisasi dimana-mana, studi implementasi juga tidak lepas dari pengaruh gagasan-gagasan tentang pentingnya mengadopsi nilai-nilai demokrasi untuk menjelaskan kegagalan dan keberhasilan implementasi

Permasalahan dalam Proses Implementasi, Telah ditemukan di atas bahwa proses implementasi merupakan proses yang rumit dan kompleks. Hal ini dipahami karena proses implementasi melibatkan interaksi banyak variabel sekaligus merumuskan mekanisme delivery activities .Kompleksitas dalam proses implementasi tidak jarang memunculkan sejumlah permasalahan.

Adapun Faktor-faktor Yang Bekerja dalam Proses Implementasi adalah sebagai berikut :

Menurut Gogginet al.(1990), kebijakan diasumsikan sebagai suatu “pesan” dari pemerintahan fundamental (pusat) kepada pemerintahan daerah. Keberhasilan implementasi pesan tersebut sangat dipengaruhi oleh 3 hal pokok:

1. Isi kebijakan (the content of the policy message)

2. Format kebijakan (the form of the poliy message)

3. Refutasi aktor (the reputation of the communicators)

Bab IV : Dalam bab ini mengenai menilai kinerja implementasi kebijakan yaitu melihat dari kerangka pengukuran kinerja mulai dari input > proses > output > outcomes dan indikator pengukuran kinerja itu sendiri baik berdasarkan metode kualitatif maupun kuantitatif. Adapun indikator policy ouptut untuk mengetahui kelompok sasaran yang merasakan impelementasi kebijakan baik itu akses, cakupan, frekuensi, bias, akuntabilitas,kesesuain program dan kebutuhan. Indikator policy outcone untuk menilai hasil implementasi suatu kebijakan



C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

Kelebihan

- Menjelaskan dengan rinci program atau masalah implentasi kebijakan

- Adanya penjelasan yang lebih antara implentasi jaman dulu dan masa sekarang

- Judul yang bagus dan kritis mendorong pembaca ingin mengetahui lebih dalam mengenai buku ini

Kelemahan

- Kata yang susah dipahami

- Gambar dan tabel yang susah dimengerti



D. PENUTUP

Dari hasil review buku Erwan dan Dyah dimana hanya Bab I, II, III, dan IV yang menjadi pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perspektif mereka dalam memahami implementasi, metode penelitian yang dipakai, perkembangan studi implemntasi dan proses serta penilaian kinerja implentasi kebijakan. Studi implementasi juga tidak lepas dari pengaruh gagasan-gagasan tentang pentingnya mengadopsi nilai-nilai demokrasi untuk menjelaskan kegagalan dan keberhasilan implementasi.

Dalam perkembangan studi implementasi telah dikakukan penelitian dari generasi ke generasi dimana dijelaskan berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk peningkatan implementasi yang telah dijelaskan juga dalam berbagai macam teori diatas.



Proses implementasi seperti faktor – faktor, masalah dalam proses implementasi, dan lain – lainnya. Kebijakan publik, dilihat dari perspektif instrumental adalah alat untuk mencapai suatu tujuan yang berkaitan dengan upaya pemerintah mewujudkan nilai - nilai kepublikan (public values) sampainkepada menilai kinerja implementasi kebijakan itu sendiri.